Cara Memilih Plugin Wordpress

 
 

Cara Memilih Plugin Wordpress - Memilih plugin wordpress yang bagus dan baik, terkadang susah-susah gampang seperti halnya memilih theme wordpress. Plugin sendiri merupakan salah satu add ons wordpress yang bisa digunakan untuk memperbaiki performa blog. Plugin jumlahnya ribuan dan mempunyai sifat gratis dan juga berbayar. Untuk plugin berbayar atau gratis, sebaiknya pintar dan pandai dalam memilih. Karena terkadang berpikir bahwa plugin ini bagus dan enak dipandang untuk blog tapi belum tentu bermanfaat, baik itu untuk yang namanya SEO, keperluan hosting (ada beberapa plugin yang menyedot banyak resource hosting) dan juga keperluan untuk biar tampil lebih keren dan bagus. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan dalam hal memilih plugin yang erat kaitannya dengan melihat fungsi dan jenis plugins.

Support

Beberapa developer wordpress yang membuat plugin terkadang tidak memberikan support yang banyak. Padahal ada beberapa hal yang mungkin teman perlukan. Misalnya untuk seting supaya dapat berjalan dengan baik di wordpress yang terbaru atau terkadang dengan versi php yang ada di hosting. Versi php yang bisa berjalan dengan baik untuk wordpress adalah php 5, dan sampai sekarang php 5 telah berada di versi php 5,6. Jadi php 4 sudah tidak bisa berjalan lagi. Terkadang ada juga untuk versi php tertentu, contohnya untuk versi php 5,3 suatu plugin bisa berjalan dengan baik. Tapi belum tentu untuk php versi 5,6 bisa berjalan dengan baik, atau bahkan tidak bisa diinstall sama sekali. Nah, disini harus pandai dalam memilih plugin yang sesuai. Saya sendiri pernah membeli plugin seharga Rp. 1,5 juta, namun surportnya tidak ada sama sekali. Menurut saya, kemungkinan pluginnya sudah tidak laku lagi. Dan ini sungguh suatu perilaku yang tidak baik, padahal webnya yang jualan masih nongol di internet. Seharusnya kalau memang sudah tidak mengelola lagi, bisa dijual ke developer lain yang mumpuni atau dilelang di suatu tempat yang mana saya sendiri tidak tahu tempatnya.

Disini peran developer sebagai salah satu yang perlu dipertimbangkan. Jika developernya masih care dengan nasabah, tentu akan dibuat plugin yang support sampai php versi terakhir yaitu php 7.03. Mengingat perkembangan teknologi php sangat pesat dan cepat sehingga diperlukan developer yang handal dalam mengurus pemograman yang baik berkaitan dengan wordpress.

Gratis VS Berbayar

Kadang kita berpikir bahwa yang berbayar bisa memberikan suatu support dan lebih bisa memberikan dampak positif untuk blog wordpress. Namun belum tentu demikian. Ada beberapa plugin yang berbayar yang hasilnya juga biasa-biasa saja, bahkan saya juga pernah minta refund. Dan akhirnya, kebetulan ketemu yang jual yang jujur, dikembalikan sesuai dengan garansinya yang 30 hari. Nah, disini kesempatan bagi teman yang pengin membeli plugin yang bagus, namun masih ragu-ragu. Gunakan saja yang waktu trial 30 hari, dan jika tidak sesuai dengan harapan, kita minta refund 100%.

Plugin gratis banyak yang bagus, misalnya untuk SEO, bernama All in one SEO, dan lain sebagainya. Untuk yang berbayar sekarang ini ada yang namanya optinmonster yang lumayan mahal, yaitu kira-kira 600.000 per tahun dan menurut saya ini adalah salah satu plugin yang mempunyai support yang bagus, karena blognya yaitu wpbeginner merupakan salah satu blog yang mempunyai traffik padat untuk wordpress.

Fungsi

Wordpress mempunyai jenis plugin kurang lebih 30.000 lebih di direktorinya. Tentukan pilihan yang baik yang dapat memberikan nilai tambah bagi blog. Karena tidak semua plugin baik dan diperlukan dalam blog teman.

Menurut saya yang paling dasar untuk plugin wordpress adalah untuk SEO, caching, kompresi gambar, sharing social, optin untuk menjaring nasabah, firewall untuk blog dan backup. Semuanya ada yang gratis dan juga ada yang berbayar. Yang gratis belum tentu akan memberikan dampak sedikit untuk kebaikan blog. Yang berbayar juga belum tentu dapat memberikan dampak positif. Pilih lewat forum yang mempunyai kredibilitas yang baik, yang dapat membantu untuk kebaikan blog teman.

Hosting

Ada beberapa hosting yang tidak suka dengan beberapa plugin wordpress. Biasanya plugin seperti ini bisa menyedot banyak resource di hosting. Dahulu ada yang namanya bstat yang banyak menyedot resource hosting. Namun sekarang seiring berjalannya jaman, untuk keperluan bstat tersebut sudah tidak bisa berjalan dengan baik untuk keperluan SEO.

Jadi pilihlah plugin yang tidak memakan resource yang banyak. Lagipula akan memberikan banyak kerugian bagi teman, yaitu membutuhkan biaya hosting yang banyak. Masih mending kalau sudah menghasilkan ribuan dollar per bulan. Kalau masih nol dollar, tentu menjadi salah satu yang perlu dipikirkan untuk kedua kali.

Mudah

Pilihlah plugin yang mudah untuk install dan setupnya. Terkadang ada beberapa plugin yang memerlukan kepengetahun setingkat dengan developer untuk membuat suatu plugin bisa berjalan dengan baik. Dan hal ini memang tidak banyak di dunia wordperss.

Ada beberapa plugin yang memang membutuhkan pengetahuan yang cukup untuk membuatnya bisa diinstall dengan baik. Misalnya plugin untuk memcached, dimana untuk bisa memaksimalkan fungsi memcached untuk wordpress tidaklah mudah. Kalau hanya install kemudian bisa berjalan sendiri tanpa harus dioprek lagi, hal itu pasti banyak yang ingin menggunakan. Namun terkadang ada bebarapa hal yang harus kita sendiri yang melakukannya dengan support dari hosting yang kita gunakan, juga dari developer yang telah membuat plugin tersebut.

Untuk pemula, cukup memakai plugin yang istilahnya out of the box. Artinya kita install dan lupakan seting lainnya. Tinggalkan dan pakai seting yang ada.

Managed

Saat ini banyak penyedia hosting yang menyediakan hosting yang khusus untuk wordpress. Hal ini tentu menggembirakan bagi para teman-teman. Biasanya untuk hosting tipe ini, akan membatasi beberapa plugin yang bisa dipakai, supaya tidak mengganggu kinerja daripada blog dan juga hosting. Misalnya tidak diperkenankan memakai plugin backup dan caching karena sudah dimiliki secara internal.

Beberapa fitur hosting wordpress yang bertipe managed, yaitu mempunyai caching internal, backup internal tanpa plugin, url yang diberikan adalah url bukan dari nama domain kita. URL dari hosting tersebut, nanti di pointkan ke dalam domain yang kita miliki lewat pengaturan cname biasanya.

Saya sendiri pernah memakai wpengine. Memang bagus fiturnya. Namun yang menjadi kendala adalah untuk visitor yang dihitung tidak sesuai dengan apa yang tercatat di dasbord pengunjung di webanalytic yang kita pakai. Entah, itu ngitungnya gimana juga sepertinya aneh. Juga, harganya yang mahal. Kebetulan waktu itu saya dapat promo cuman $40 dollar untuk tahun pertama. Tahun kedua, sekitar $200 dollar kalau tidak salah.

Sekuriti

Sekuriti di dunia blog merupakan salah satu hal yang paling menjadi perhatian. Karena bisa blog menjadi tidak secure lagi, dikhawatirkan akan menyebabkan blog menjadi mudah untuk dihack oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Saya pernah membeli plugin untuk related post. Kemudian saya pasang di wpengine, managed wordpress hosting. Kurang dari 24 jam, langsung ada pemberitahuan dari pihak hosting bahwa, plugin yang dipakai telah memakai kode yang tidak secure. Sehingga perlu diperbaiki. Dan akhirnya pihak wpengine memperbaiki tanpa biaya tambahan.

Jadi berhati-hatilah dalam memakai plugin, karena bisa menyebabkan wordpress anda menjadi tidak secure dan mudah untuk dijadikan sasaran serangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Demikian sekilas tentang cara memilih plugin wordpress. Semoga dari beberapa hal yang saya sebutkan diatas, dapat membantu teman-teman untuk pintar dan pandai dalam memilih plugin mana yang memang sesuai dengan hosting yang kita pakai dan sesuai dengan blog yang kita jalankan.

memilih plugin wordpress

plugins wordpress

plugin wordpress terbaik

 
 

Tentang Penulis

abdullah

Penulis hanyalah blogger pemula yang sedang belajar membuat blog dan mudah-mudahan bermanfaat bagi yang membaca

Ruang Komentar